Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Kemenaker: Dampak Corona Dahsyat, 13,9 Persen Perusahaan Kurangi Karyawan
Publish date: 05 Aug 2020, Author : fpesbsi
 

Direktur Bina Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan Siti Kustiati mengatakan, dampak pandemi virus corona (Covid-19) sangat besar terhadap dunia keternagakerjaan.  Berdasarkan hasil survei Kemenaker dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Lembaga Demografi Universitas Indonesia , perusahaan memilih melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan akibat terdampak pandemi.

"Dampak corona terhadap jumlah karyawan, ini yang lebih dahsyat. 13,9 persen perusahaan mengurangi jumlah karyawan," katanya dalam diskusi virtual yang digagas oleh Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta, Rabu (1/7/2020). Kemudian, ada 49,6 persen persen perusahaan memutuskan untuk merumahkan sebagian bekerja tanpa di-PHK. Dan 36,5 persen perusahaan tidak menambah maupun mengurangi jumlah tenaga kerja.

Ilustrasi PHK akibat Covid-19(Shutterstock/Blue Planet Studio)

[Berita Lengkap...]

 

Bank Dunia: Omnibus Law Bisa Bantu Dorong Ekonomi RI di Tengah Pandemi
Publish date: 05 Aug 2020, Author : fpesbsi
 

Bank Dunia menilai Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law yang saat ini tengah dalam proses legislasi dapat menjadi salah satu pendongkrak perekonomian Indonesia di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Country Director Bank Dunia di Indonesia Satu Kahkonen mengatakan, pemerintah perlu menggalakkan omnibus law sebagai salah satu prioritas dalam pemulihan. "Prioritas pertama dalam pandangan kami adalah kita menggalakkan undang-undang atau omnibus law sehingga bisa meniadakan hambatan dan mengundang investasi untuk masuk ke Indonesia," jelas Kahkonen dalam paparannya, Kamis (16/7/2020).

Apa Itu Omnibus Law?(KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

[Berita Lengkap...]

 

DIALOG PENGATURAN TENTANG HUBUNGAN KERJA
Publish date: 03 Aug 2020, Author : fpesbsi
 

Dialog Pengaturan tentang Hubungan Kerja yang diselenggarakan Institut Hubungan Industrial Indonesia (IHII) bekerjasama dengan Direktorat Persyaratan Kerja (Ditsyaker)Ditjen PHI-JSTK Kementerian Ketenagakerjaan RI membahas tema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/alih daya (Outsourcing) Senin 27 Juli 2020 di Hotel Day and City Tangerang sangat menarik.

Dihadiri oleh sejumlah Trainer Hubungan Industrial dari kalangan Serikat Buruh/Pekerja dan dari Kalangan Perusahaan mencoba membedah Hubungan Kerja PKWT dan Alih Daya mengacu pada Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU CAKER). Dialog yang didahului Direktur Persyaratan Kerja Ditjen PHI-JSTI Kemnaker RI dan Kajian Direktur Litbang Universitas Indonesia berlangsung seru seperti serunya Pro-Kontra RUU Cipta Kerja.

Foto: Diskusi dengan tema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/alih daya (Outsourcing) Senin 27 Juli 2020 di Hotel Day and City Tangerang, sumber foto: ANFPP

[Berita Lengkap...]

 

Dampak COVID-19, Produksi dan Pendapatan Tambang Emas Bakal Menyusut
Publish date: 03 Aug 2020, Author : fpesbsi
 

Dampak penyebaran virus Corona atau COVID-19 terus menekan sektor pertambangan di Indonesia. Bahkan, pada tahun ini diprediksi produksi dan pendapatan tambang emas akan lebih rendah pencapaiannya dibandingkan 2019.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Irwandy Arif, mengatakan, kondisi produksi serta penjualan mineral dan batu bara pada umumnya hingga April 2020 belum terganggu. Namun, bila kondisi COVID-19 berlanjut maka berpotensi akan menyusut.

Menurut dia, untuk sektor minerba pada tahun ini akan terdampak hingga -20 persen dari sisi produksi dan pendapatannya. Hal ini pun telah diprediksi oleh Kementerian Keuangan.

"Untuk sektor minerba hampir semua komoditas turun, hanya emas yang saat ini mengalami kenaikan harga. Emas itu masih bertengger di US$1.800 per ons," kata Irwandy kepada media, dikutip Jumat 17 Juli 2020.

Data Kementerian ESDM, menunjukkan realisasi produksi emas pada 2019 mencapai 109,02 ton. Angka tersebut menurun jika dibandingkan capaian 2018 yang sebanyak 135,25 ton (resmi), dan capaian tidak resmi yang diperkirakan 120 ton.

 

[Berita Lengkap...]

 

Bakal Hengkang Dari Rokan, Apa yang Ditinggalkan Chevron?
Publish date: 30 Jul 2020, Author : fpesbsi
 

Transisi alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero) akan berlangsung tahun depan, tepatnya pada 8 Agustus 2021. Sampai saat ini proses alih kelola masih terus berjalan.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fataryani Abdurahman mengatakan transisi Blok Rokan jika dibandingkan dengan transisi Wilayah Kerja (WK) lain, masih cukup baik.

Pasalnya Chevron masih mau berinvestasi sampai berakhirnya production sharing contract (PSC) Blok Rokan. Fatar menyebut yang akan diinvestasikan adalah pengeboran, karena Chevron merasa ada tanggungjawab menahan laju decline.

"November pengeboran sampai awal Agustus atau akhir Juli, mudah-mudahan dikerjakan 114 sumur baru, 3 di antaranya sumur re-entry sumur lama. Chevron sendiri tidak full menikmati sumur-umur ini, akan banyak dinikmati Pertamina," jelasnya.

Ditargetkan akan ada 2 rig tahun ini, sehingga bisa mengebor 14 sumur, lalu sampai Juli bisa tercapai 3 rig lagi sehingga bisa mengebor 114 sumur.

"Harapan kami begitu investasu berjalan maka pertamina kita undang untuk waktu 1 tahun agar meneruskan, agar Agustus itu mereka bisa mengebor minimal 10 rig sehingga 200 sumur di akhir 2021 bisa tercapai. Ini cukup bagus," ujarnya.

 

Foto: REUTERS/Marco Bello/File Photo

[Berita Lengkap...]

 

Enam Serikat Buruh Konsisten Bertahan di Tim Pembahasan RUU Ciptaker
Publish date: 30 Jul 2020, Author : fpesbsi
 

Enam serikat pekerja/serikat buruh menyatakan tetap konsisten tergabung dalam tim pembahasan klaster ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja yang dibentuk dari unsur pemerintah, unsur pengusaha, dan serikat pekerja. Hal ini didasari atas upaya menjaga konsistensi dan sebagai strategi untuk memperjuangkan kepentingan buruh dalam RUU Cipta Kerja.

Keenam SP/SB tersebut yakni KSPSI pimpinan Yorrys Raweyai, KSBSI, KSarbumusi, KSPN, FSP Perkebunan dan FSP Kahutindo. Dua SP/SB yang mundur dari pembahasan RUU Ciptaker adalah KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea dan KSPI.

Sekjen Presidium SP/SB Indonesia yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Ristadi menjelaskan, dibentuknya tim teknis pembahas klaster ketenagakerjaan merupakan dorongan, tuntutan dan aspirasi SP/SB.

"Dibentuknya tim teknis pembahas klaster ketenagakerjaan ini merupakan dorongan dan tuntutan dari serikat pekerja/serikat buruh. Oleh karena itu, dengan segala risiko kami menjaga konsistensi sikap atas apa yang sudah kami tuntut di awal. Kekhawatiran hanya sebagai legitimasi atau dimanfaatkan sekadar formalitas sudah diperhitungkan sebelumnya," kata Ristadi sekaligus Juru Bicara perwakilan serikat pekerja dari KSPN, Rabu (15/7/2002).

Di berbagai kesempatan, pihaknya juga menuntut kepada pemerintah soal pelibatan/partisipasi SP/SB dalam tim pembahas. Karenanya, menjadi sangat aneh setelah dibentuk tim pembahas malah ada SP/SB mungundurkan diri dari tim teknis

Kami yakin forum bersama ini bisa digunakan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi yang berkembang dari anggota kami," kata Ristandi.

Dirinya juga menegaskan, opini yang menyebutkan kalau representasi serikat pekerja dalam tim pembahasan merupakan wujud kesetujuan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja adalah opini yang keliru. Justru, menurut Ristandi, tim teknis ini adalah media formal untuk menyampaikan argumentasi yang memberatkan dan ingin ditolak oleh serikat pekerja.

 

Enam serikat buruh konsisten tergabung dalam pembahasan RUU Cipta Kerja yang dibentuk dari unsur pemerintah, unsur pengusaha, dan serikat pekerja. Foto/SINDOnews

[Berita Lengkap...]

 

Omnibus Law Cipta Kerja Dinilai Pulihkan Perekonomian Setelah Pandemi Covid-19
Publish date: 30 Jul 2020, Author : fpesbsi
 

Kalangan pengusaha mendorong agar Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law segera disahkan.

Ketua Komite Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial untuk Upah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Aloysius Budi Santoso mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar bagi perekonomian Indonesia, sehingga dibutuhkan investasi untuk mendongkrak perekonomian Indonesia setelah pandemi.

Melalui Omnibus Law Cipta Kerja, kata Budi, diharapkan terjadi perubahan struktur ekonomi yang akan mampu menggerakkan semua sektor, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen hingga 6 persen.

“Untuk dapat bertumbuh sebesar 6 persen pada 2024, maka pertumbuhan investasi harus sebesar 40 persen dari nilai investasi di tahun 2019, atau dari rata rata Rp 3.200 triliun pada periode 2015-2019 menjadi rata rata Rp 4.400 triliun pada periode 2020-2024,” kata Budi dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi tersebut bisa digenjot melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas sebanyak 2,7 juta hingga 3 juta per tahun dengan Omnibus Law.

ustrasi: Pekerja menyelesaikan proyek konstruksi pembangunan di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (24/6/2020). 

[Berita Lengkap...]

 

Ganti Pejabat Freeport, Mulyanto Prihatin Setelah Diakuisisi Pendapatan Jeblok
Publish date: 30 Jul 2020, Author : fpesbsi
 

Anggota Komisi VII DPR RI membidangi Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Teknoligi dan Lingkungan Hidup (LH) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr H Mulyanto prihatin mengetahui pendapatan negara dari PT Freeport Indonesia (PTFI) anjlok dari USD 2,195 juta menjadi USD 950 juta.

Padahal, kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI bidang Pembangunan dan Industri tersebut kepada Possore.com. Sabtu (4/7) malam, saat ini Indonesia adalah pemegang saham mayoritas di PTFI. Sebab itu, Mulyanto meminta Pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti pejabat yang tidak mampu membawa nilai lebih atas kepemilkan saham 51 persen di PTFI.

Seharusnya, kata legislator dari Dapil III Provinsi Banten tersebut, dengan akuisisi 51 persen saham, pendapatan negara meningkat, dari royalty tembaga, emas dan perak yang semula masing-masing 1,5 persen, 1 persen dan 1 persen menjadi 4 persen, 3.75 dan 3.25 persen. Belum lagi pendapatan tidak langsung berupa pembagian dividen.

[Berita Lengkap...]

 

Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
Publish date: 08 Jul 2020, Author : fpesbsi
 

Gelombang kedua tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan bekerja di pabrik tambang di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah tiba di Bandara Haluoleo. Massa yang berunjuk rasa menolak kedatangan TKA dipukul mundur polisi.

Pantauan detikcom di lokasi aksi, tepatnya di jalur alternatif menuju Bandara Haluoleo, Konawe Selatan (Konsel), Selasa (30/6/2020), hingga pukul 21.50 Wita massa aksi masih bertahan di pertigaan Jalan Poros Konda menuju Bandara Haluoleo.

Sekitar pukul 22.00 Wita, iring-iringan rombongan TKA China dengan dikawal polisi tampak keluar dari Bandara Haluoleo melalui jalur alternatif di Kecamatan Konda, Konsel. Di saat itu pula polisi dengan sigap langsung memukul massa aksi yang bertahan di pintu masuk jalur alternatif bandara.

Massa aksi tolak kedatangan TKA China di Kendari dipukul mundur polisi. (Sitti/detikcom)

[Berita Lengkap...]

 

Data Ekonomi Asia dan Eropa Cungkil Harga Minyak Dunia
Publish date: 08 Jul 2020, Author : fpesbsi
 

Harga minyak mentah dunia naik hingga 3,1 persen pada penutupan perdagangan Senin (30/6). Penguatan harga minyak ini ditopang oleh data ekonomi di Asia dan Eropa.

Mengutip Antara, Selasa (30/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi US$41,71 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat US$1,21 atau 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel di New York Mercantile Exchange.

Data Komisi Eropa menunjukkan ada perbaikan di seluruh sektor pada Juni 2020. Dari segi sentimen, posisinya naik dari 67,5 pada Mei 2020 menjadi 75,7 pada Juni 2020.

Sementara, keuntungan industri di China meningkat untuk pertama kalinya setelah enam bulan terus menurun. Realisasi ini menunjukkan pemulihan ekonomi sedang terjadi di China.

Ditambah, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga menguat pada Senin (29/6). Hal itu menambah sentimen positif bagi harga minyak mentah dunia.

 

Harga minyak Brent naik 1,7 persen menjadi US$41,71 dan WTI naik 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel usai data ekonomi menunjukkan perbaikan. (CNN Indonesia/Agus Triyono).

[Berita Lengkap...]