Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Pemerintah Restui Pengusaha Pangkas Upah Pekerja
Publish date: 19 Feb 2021, Author : fpesbsi
 

Pemerintah mengizinkan perusahaan yang terdampak Covid-19 melakukan penyesuaian upah buruh atau pekerja. Penyesuaian upah ini dibatasi hingga 31 Desember 2021.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengupahan pada Industri Padat Karya Tertentu.

“Bagi Perusahaan industri padat karya tertentu yang terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dapat melakukan penyesuaian besaran dan cara pembayaran Upah Pekerja/Buruh,” kata Ida Fauziah, Menteri Ketenagakerjaan pada Pasal 6 ayat 1.

Namun demikian, dalam ayat 2 tertulis jika penyesuaian ini tetap harus berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha dan Pekerja. Kesepakatan dilakukan dengan musyawarah dan kekeluargaan.

Ida kemudian menambahkan, jika tak semua industri mendapat keringanan ini. Indutri padat karya yang dimaksud Ida yakni:

 

lustrasi

[Berita Lengkap...]

 

Aturan UU Cipta Kerja Berlaku Bulan Ini
Publish date: 19 Feb 2021, Author : fpesbsi
 

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian membocorkan rencana berlakunya Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Beleid sapu jagat itu dalam waktu dekat akan diberlakukan.

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan UU Cipta Kerja akan mulai diberlakukan bulan ini. Dengan begitu diharapkan dapat segera memberi dorongan pada perekonomian di tahun 2021.

"Dari sisi ekonomi kita juga punya pendorong atau game changer yaitu pemberlakuan UU Cipta Kerja yang bulan ini sudah mulai diberlakukan semuanya, terutama peraturan-peraturan pelaksanaannya," katanya dalam diskusi "Daya Ungkit Ekonomi untuk Bangkit" melalui virtual, Selasa (16/2/2021).

Pria yang akrab disapa Susi itu optimis bahwa kehadiran UU Cipta Kerja dapat membuat pertumbuhan ekonomi sesuai target yakni sekitar 4,5-5,5% di 2021.

"Ekonomi kalau disimpulkan perekonomian Indonesia 2021, pemerintah sangat optimis akan pulih dan pemulihan ekonomi ini sesuai target kira-kira akan ada di kisaran 4,5-5,5% sesuai dengan angka yang ada di APBN 2021 kita," imbuhnya.

Diberlakukannya UU Cipta Kerja juga dinilai sebagai momentum untuk mendorong investasi di tahun 2021. Nantinya akan ada 54 aturan pelaksana dalam kebijakan itu yang diberlakukan.

 

Foto: Ari Saputra

[Berita Lengkap...]

 

PENANGKAPAN SYAHYUNAN, PATUT DIDUGA ADA UPAYA HUKUM YUSRI DI PERSDIDANGAN
Publish date: 19 Feb 2021, Author : fpesbsi
 

Penangkapan Ketua dan Sekretaris Dewan Pengurus Cabang Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri (DPC FSB NIKEUBA) Kabupaten Batubara, Sumatera Utara menjadi titik krusial dalam aksi demontrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 13 Oktober 2020 lalu.

Kasus penangkapan yang menimpa Muhammad Yusri dan Syahyunan, aktivis buruh Nikeuba yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) ini menjadi titik beku dari demokrasi di Indonesia.Kronologis

Aksi tolak omnibus law itu merupakan aksi gabungan Mahasiswa, LSM, ormas kepemudaan dan Serikat Buruh di Kabupaten Batubara. Aksi yang semula berjalan tertib, kemudian rusuh akibat ditunggangi provokator yang melempari Petugas dengan batu.

Dalam rusuh itu, Kasat Sabhara Polres Batubara terluka di bagian wajah terkena lemparan batu. Dampaknya adalah, Muhammad Yusri selaku penanggung jawab aksi DPC FSB Nikeuba Batubara dijemput pihak kepolisian, sekira jam 02.00 WIB, di rumah Syah Yunan.

Sebelumnya, Sekretaris DPC FSB Nikeuba Batubara, Syahyunan diamankan kepolisian Batubara lebih dulu pasca aksi. Namun polisi membebaskan Syahyunan dan ganti menangkap Muhammad Yusri yang saat itu menjadi penanggung jawab aksi.

Dari informasi, Kedua pemimpin Nikeuba di Kabupaten Batubara ini tidak sekalipun melakukan aksi kekerasan saat demonstrasi. Bahkan Yusri telah memerintahkan serikat buruhnya untuk mundur saat terjadinya chaos di aksi tolak omnibus law Cipta Kerja.

Kasus Yusri sendiri telah disidangkan dalam proses pemeriksaan saksi. Namun, patut disayangkan, dalam proses persidangan Muhammad Yusri yang memasuki sidang kesaksian, Syahyunan yang seyogyanya dihadapkan menjadi saksi yang dapat meringankan Yusri, justru ditangkap pihak kepolisian.

Respon DPP FSB Nikeuba

Penangkapan ini pun direspon keras Pimpinan Pusat FSB Nikeuba di Jakarta. Kepada Kantor Berita Buruh, Carlos Rajagukguk, Ketua Umum DPP FSB Nikeuba mengatakan, seharusnya dalam minggu ini Syahyunan menjadi saksi yang meringankan Yusri.

“Celakanya, Saksi yang tadinya sudah kita siapkan untuk meringankan saudara Yusri, malah ditangkap kepolisian pada tanggal 9 Februari lalu!” kata Carlos, Senin (15/2/2021) kemarin.

“Seharusnya kemarin itu kita mengajukan saksi atas nama Syah Yunan yang juga Sekretaris DPC FSB Nikeuba Batubara.” terangnya.

 

Dua aktivis buruh dari FSB DPC Nikeuba Batubara, Muhammad Yusri dan Syahyunan yang ditangkap Polisi. Gambar keduanya dengan tagar #SaveMuhammadYusridanSyahyunan viral di media sosial. (Foto facebook).

[Berita Lengkap...]

 

Tak Dilibatkan dalam Negosiasi, Korban Tambang Vale Serukan Pembatalan Perjanjian
Publish date: 19 Feb 2021, Author : fpesbsi
 

Insiden ambruknya bendungan penampungan limbah tambang (tailing) pada 25 Januari 2019 lalu menjadi catatan terburuk bagi perusahaan raksasa di Brasil, Vale.

Saat itu, lebih dari 10 juta meter kubik limbah beracun meluncur ke kotamadya Brumadinho di negara bagian Minas Gerais menyebabkan sedikitnya 272 pekerja tambang vale tewas dan 11 orang masih dinyatakan hilang.

Dampak dari tragedi tersebut, Perusahaan pertambangan Vale dan pemerintah negara bagian Minas Gerais telah mencapai penyelesaian atas tragedi yang terjadi dua tahun lalu di Brumadinho, Brasil. Tetapi komunitas yang terkena dampak mengatakan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam negosiasi dan mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung Federal untuk membatalkan perjanjian tersebut.

Dalam kesepakatan penyelesaian, Vale diharuskan membayar kompensasi sebesar 37,68 miliar reais (US $ 7 miliar) untuk kejahatan yang dilakukan di Brumadinho.

Dalam sidang penyelesaian pada 4 Februari, para korban memprotes bahwa mereka tidak dilibatkan dalam negosiasi dan bahwa penyelesaian telah dicapai tanpa ada informasi yang dipublikasikan.

 

Kredit foto: Jornalistas Livres dan MAB.

[Berita Lengkap...]

 

Negosiasi Freeport dan Perusahaan Cina untuk Bangun Smelter Bakal Rampung Maret
Publish date: 19 Feb 2021, Author : fpesbsi
 

Rencana kerja sama kerja sama antara PT Freeport Indonesia dan perusahaan asal Cina, Tsingshan Steel dalam membangun smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, masih dalam tahap negosiasi.

"Negosiasinya masih berjalan, kami harapkan bisa mencapai kesepakatan di akhir Maret," ujar Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto, dalam konferensi video, Jumat, 5 Februari 2021.

Menurut Seto, kerja sama tersebut cukup menarik bagi Freeport. Pasalnya, pembiayaan investasi tersebut sebagian besar akan ditanggung Tsingshan. Apalagi, selama ini Freeport selalu mengatakan bahwa smelter tembaga tidak menguntungkan dan belanja modalnya mahal.

"Ini Tsingshan punya teknologi yang bisa menekan angka capex dan mereka berani untuk memberikan pembiayaan, pendanaan capex yang maksimum," tutur Seto.

Dengan skema tersebut, Freeport hanya perlu membiayai 7,5 persen dari total biaya proyek yang sekitar US$ 2,5 miliar. Adapun sebesar 92,5 persen dari biaya tersebut akan dibiayai Tsinshang.

"Sangat atraktif daripada bangun di Gresik yang harus pendanaan 100 persen," ujar Seto. Nantinya, smelter yang akan dibangun tersebut akan memiliki kapasitas 2,4 juta ton input konsentrat.

 

21_bisnis_freeport

[Berita Lengkap...]

 

Chevron dan Exxon Dikabarkan Mau Merger
Publish date: 19 Feb 2021, Author : fpesbsi
 

Dua perusahaan minyak multinasional asal Amerika Serikat (AS) yakni Chevron dan ExxonMobil dikabarkan akan merger atau menggabungkan dua perusahaan. Kabarnya, CEO Chevron Michael Wirth dan CEO Exxon Darren Woods telah berbicara tentang prospek kedua perusahaan setelah pandemi COVID-19 yang sangat membuat harga minyak dunia babak belur.

Dilansir CNBC, Senin (1/2/2021), kabar itu pertama diberitakan oleh The Wall Street Journal yang mengutip seseorang yang mengetahui pembicaraan antara kedua CEO perusahaan tersebut. Namun, orang itu enggan disebutkan namanya.

 

Foto: BBC

[Berita Lengkap...]

 

Adakah Kaitan Hadirnya 153 TKA Asal China dengan Perjanjian RCEP dan UU Cipta Kerja?
Publish date: 28 Jan 2021, Author : fpesbsi
 

Kehadiran 153 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang diduga Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia pada Sabtu, 23 Januari 2021 lalu, menuai polemik di tengah masyarakat.

Polemik tersebut timbul lantaran para WNA China tersebut datang di saat masih diterapkannya larangan masuk bagi WNA yang sebelumnya diperpanjang hingga 28 Januari 2021.

Sebelumnya, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi menjelaskan bahwa 153 WNA China tersebut terdiri dari 150 orang dengan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) serta tiga orang dengan visa diplomatik.

Dia mengatakan seluruh penumpang asing yang mendarat tersebut masuk dalam kategori orang asing yang diizinkan masuk ke wilayah Indonesia.

Menurutnya ketentuan tersebut tertuang Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Imigrasi tentang Pembatasan Sementara Masuknya Orang Asing ke Wilayah Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19.

Hadirnya WNA China yang diduga TKA tersebut, seolah mengingatkan kembali mengenai langkah pemerintah dalam meningkatkan investasi dan perdagangan internasional melalui perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang telah disepakati beberapa waktu yang lalu.

Lantas, adakah kaitannya kehadiran WNA China yang diduga TKA tersebut dengan Perjanjian RCEP dan UU Cipta Kerja?

 

 

Ilustrasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. /Pixabay

[Berita Lengkap...]

 

Kecelakaan Kerja di Tambang Emas China, 9 Orang Tewas
Publish date: 27 Jan 2021, Author : fpesbsi
 

Sembilan penambang China ditemukan tewas sehari setelah 11 rekan mereka diselamatkan setelah terjebak selama dua minggu di tambang emas di provinsi Shandong.

Walikota kota Yantai mengkonfirmasi kematian tersebut, nemun diketahui satu orang penambang masih hilang.

Mengutip BBC, Selasa (26/1/2021), seorang lainnya meninggal minggu lalu setelah mengalami koma.

Para penambang terjebak di tambang Hushan ketika pintu masuk terowongan runtuh setelah terjadi ledakan pada 10 Januari.

"Dari Minggu sore hingga sore ini, petugas penyelamat tidak berhenti mencari, dan menemukan sembilan penambang lagi yang terperangkap, sayangnya semuanya meninggal," kata Walikota Yantai Chen Fei dalam sebuah penjelasan pada hari Senin.

"Bersama dengan seorang penambang yang meninggal pada hari Kamis, jenazah sembilan penambang yang meninggal semuanya diangkat dari tambang."

Tim penyelamat membawa seorang penambang yang terjebak di tambang ke ambulans di Kota Qixia di Provinsi Shandong, Tiongkok timur, Minggu, 24 Januari 2021. (Chen Hao / Xinhua melalui AP)

[Berita Lengkap...]

 

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 2 Direktur sebagai Saksi
Publish date: 25 Jan 2021, Author : fpesbsi
 

Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa dua pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek pada Jumat (22/1/2021). Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan investasi di perusahaan tersebut. "Saksi yang diperiksa sebagai berikut, MKS selaku Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dan EA selaku Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Jumat.

 

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (tengah) bersama Dir Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djoko Poerwanto (kanan) dan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah (kiri) memberikan keterangan pers usai menggelar gelar perkara penanganan kasus dugaan korupsi pada PT Asabri (Persero) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Gelar perkara itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kasus dugaan korupsi di Asabri ketika ditangani Polri yang saat ini ditangani oleh tiim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.(Hafidz Mubarak A)

[Berita Lengkap...]

 

Bos Chevron Dapat Posisi Baru, Janji Muluskan Transisi Blok Rokan
Publish date: 25 Jan 2021, Author : fpesbsi
 

ChevronIndoAsia Business Unit (IBU) menunjuk Albert Simanjuntak sebagai Managing Director (MD). Ia akan efektif mulai 1 Februari 2021.

Albert menggantikan Kevin Lyon yang akan menjabat sebagai General Director Tengizchevroil di Kazakhstan. Saat ini, Albert merupakan Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Kevin Lyon mengungkapkan pengangkatan Albert Simanjuntak menjadi Managing Director merupakan pengakuan atas apa yang telah ia lakukan tidak kepada Chevron, tetapi juga untuk Indonesia.

"Pendekatan kolaboratif Pak Albert merupakan kekuatan pendorong di belakang Rokan Heads of Agreement yang baru-baru ini ditandatangani, yang mana akan memastikan Rokan terus berkontribusi pada target produksi dan pendapatan negara di tahun-tahun mendatang," ujar Kevin dalam keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Sementara, Albert Simanjuntak mengatakan, posisi itu merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya. Ia menuturkan akan melaksanakan transisi Blok Rokan dengan sukses dan lancar.

 

Foto: Dok. PT Chevron Pacific Indonesia (CPI): Albert Simanjuntak diangkat menjadi Managing Director ChevronIndoAsia Business Unit

[Berita Lengkap...]