KEBERLANJUTAN BEKERJA DI CHEVRON/PERTAMINA

Riswan Lubis, selaku Ketua Umum DPP FPE KSBSI dan Sekertaris Jenderal  DPP FPE KSBSI, Nikasi Ginting turut hadir dalam acara workshop tersebut.

“Kita harus memikirkan jalan keluar terhadap nasib anggota kita yang bekerja di Chevron, dimana Chevron akan hengkang dari blok Rokan pada tahun 2021” ujar Riswan kepada anggotanya.

Beberapa rencana kerja yang berhasil disusun oleh para petinggi serikat buruh pertambangan tersebut yakni, para DPC FPE KSBSI yang ada di Riau menrencanakan akan bertemu dengan para DPRD diberbagai Kabupaten/Kota, Bupati , Apindo dan Gubernur Riau. 

Selain menjadi tugas DPC FPE, rencana kerja ini juga akan dikerjakan oleh Korwil KSBSI Riau.

Sementara itu untuk memperkuat rencana kerja tersebut, DPP FPE KSBSI juga merencanakan akan bertemu para petinggi di Jakarta. Bebeberapa lembaga yang akan di sambangi DPP FPE KSBSI yakni Menteri  Tenaga Kerja, BUMN,  SKK Migas, Apindo, Pertamina (Persero)  dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

“Sebenarnya topik yang disampaikan DPP FPE KSBSI telah menjadi diskusi kita secara informal dengan Ketua Umum DPP FPE, dan diluar dugaan saya ternyata saat ini DPP FPE membawa membawa diskusi informal tersebut dalam workshop antar Cabang” ujar Juandi selaku Korwil KSBSI Riau.

“Terimakasih atas upaya DPP FPE KSBSI terhadap respon positipnya dan antisipasi kita selaku serikat buruh terkait keberlanjutan pekerjaan anggota FPE KSBSI di lingkungan Chevron. Kami percaya kita bisa mengerjakan ini secara bersama-sama sampai tahun 2021.” pungkas Juandi.(rl)