Negosiasi Freeport dan Perusahaan Cina untuk Bangun Smelter Bakal Rampung Maret

Selain membangun smelter tembaga, Seto mengatakan Tsingshan juga mesti membangun hilirisasi tembaga. Sehingga, proses di sana tidak akan berhenti di katode tembaga. Ia mengatakan ke depannya, bersama dengan nikel, dan bauksit, tembaga bakal menjadi komoditas strategis untuk pengembangan energi baru terbarukan.

Seto meyakini Tsingshan memiliki kredibilitas yang baik dalam pembangunan proyek-proyek semacam itu. “Kalau melihat track record yang dimiliki Tsingshan dalam konstruksi di Morowali atau Weda Bay, so far mereka komit dari sisi timeline dan cost, kami perhatikan mereka sangat akurat.”

Sementara proses negosiasi dengan Tsingshan masih berlangsung, ia memastikan pembangunan smelter Freeport di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik masih berjalan. Target pembangunan smelter Freeport di Gresik itu tidak berubah yakni pada Desember 2023.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan PT Freeport Indonesia tengah melakukan finalisasi perjanjian kerja sama dengan Tsingshan Steel untuk membangun smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Luhut menyebut Freeport dan perusahaan asal Cina tersebut akan menandatangani kontrak senilai US$ 2,8 miliar atau setara dengan Rp 39,2 triliun. “Tsingshan dan Freeport akan sign kontrak US$ 2,8 miliar untuk smelter,” ujarnya dalam acara dialog khusus di IDX Channel, Rabu, 3 Februari 2021.

Smelter tembaga yang akan dibangun Tsingshan dan Freeport, kata Luhut, nantinya juga menghasilkan produk sampingan berupa asam sulfat yang bisa menjadi bagian material pembuatan baterai lithium. “Mereka akan membuat smelter tembaga yang sebagian akan menghasilkan asam sulfat. Ini asam sulfat akan menjadi bagian litium baterai,” katanya.

Dia menuturkan bahwa di Weda Bay rencananya juga dibangun smelter bijih nikel untuk bahan baku baterai. Jika berjalan sesuai dengan rencana, smelter nikel yang dibangun Freeport dan Tsingshan Steel itu sudah akan beroperasi dan memproduksi baterai lithium pada 2023. (Sumber Berita : Tempo.co)