Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

KSBSI AJAK SERIKAT LAIN UNTUK RATIFIKASI KONVENSI ILO
Publish date: 17 Sep 2021, Author : fpesbsi
 

Bertempat dihotel Balairung,Jakarta, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) melaksanakan Forum Group Diskusi (FGD) terkait K3. Kegiatan yang dilaksanakan pada, 16 September 2021 tersebut selain melibatkan 10 federasi yang berafiliasi ke KSBSI juga mengundang serikat-serikat lain di level nasional.

Dalam kegiatan tersebut hadir tiga pembicara yakni, Nikasi Ginting dari KSBSI, Artha dari KSPI dan Komaruddin dari KSPN.

Dalam paparanya ketiga pembicara menyampaikan bahwa UU K3 yang ada saat ini sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Beberapa aturan terkait K3 yang dinilai sudah perlu diperbaiki yakni UU No. 1 tahun 1970 tentang K3, UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan beberapa aturan lain.

“Ratifikasi Konvensi ILO tentang K3 sekarang !”

Para pembicara dan peserta melihat bahwa ratifikasi Konvensi ILO nomor 155 tentang Keselamatan dan Kerja dan Konvensi ILO nomor 176 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tambang menjadi hal yang penting.

“Sanksi yang hanya seratus ribu membuat membuat para pengusaha tidak takut untuk melanggar aturan K3 “ ungkap Nikasi Ginting.

Selain itu para buruh juga sebagian enggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan berbagai alasan.

Pada kesimpulan akhir KSBSI menginisiasi membuat Tim yang melibatkan berbagai konfederasi serikat buruh untuk mengajak berbgai elemen, baik pemerintah, apindo dan DPR RI untuk meratifikasi konvensi ILO nomor 155 dan 176 tentang K3 baik secara umum maupun dipertambangan.

Selain itu para pemimpin serikat buruh juga menganggap perlunya perbaikan terhadap UU No. 21 tahun 2010 tentang Pengawasan Ketenagakerjaan. Keterlibatan tripartit dalam melakukan pengawasan adalah menjadi salah satu jalan keluar terhadap berbagai keluhan para buruh dan serikat buruh terkait lemahnya pengawasan terhadap pelanggaran aturan ketenagakerjaan.(rl)