Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Stok Nikel Anjlok Hampir 30%, Terendah Sejak Januari 2020
Publish date: 15 Sep 2021, Author : fpesbsi
 

Pasokan nikel di gudang LME (London Metal Exchange) pada September 2021 mencapai level terendah sejak Januari 2020. Kelangkaan pasokan membuat harga komoditas ini bergerak naik.

Dihimpun dari West Metal, persediaan rata-rata logam nikel pada September 2021 sebesar 185.100 ton. Persediaan nikel telah turun selama lima bulan beruntun dan mencatatkan penurunan 28,84% sejak April 2021.

Langkanya persediaan nikel dan tingginya permintaan membuat harga nikel menembus rekor tertinggi sejak 2014 pada perdagangan akhir pekan kemarin. Permintaan nikel naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik di tengah naiknya penjualan mobil listrik dunia.

Mengutip laporan terbaru Canalys, penjualan mobil listrik dunia pada semester-I 2021 sebesar 2.6 juta unit. Melesat 160% dibanding semester-I 2020.

 

Foto: Dok Antam

International Energy Agency (IEA) dalam laporannya memprediksi pada 2030 penggunaan kendaraan litrik diperkirakan akan meningkat menjadi 22 juta unit, atau melonjak 850,9% dibandingkan 2020. Hal ini didukung oleh komitmen beberapa negara untuk mengurangi emisi karbon, dan ekspektasi tren penurunan harga mobil listrik di masa mendatang.

Sementara itu melansir data EV Metal Index, nilai logam baterai mobil listrik pada bulan Juni 2021 naik 237% year-on-year (yoy). Dibandingkan bulan sebelumnya, nilai logam baterai mobil listrik naik 36% pada bulan Juni 2021. Artinya produksi logam baterai mobil listrik pada semester-I 2021 meningkat pesat dibandingkan tahun 2020.

Sebagai informasi, EV Metal Index adalah indeks yang mengukur nilai logam yang digunakan untuk membuat baterai mobil listrik di seluruh dunia.

"Sisi permintaan cukup kuat dan pasokan yang terbatas karena lockdown sebelumnya, terutama di tempat-tempat seperti Indonesia." kata analis independen Robin Bhar, dikutip dari Kitco.com. Bhar memprediksi harga nikel bisa meningkat di atas harga tertinggi 2014 US$ 21.625/ton. (Sumber :CNBC Indonesia - )