Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

FTA Berlaku 4 Juli, Indonesia Akan Kebanjiran Barang dari Hong Kong?
Publish date: 15 Jun 2020, Author : fpesbsi
 

Pemerintah Hong Kong merilis informasi terkait bagian yang berkaitan dengan Pemerintah Indonesia di bawah Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dan Perjanjian Investasi (Investment Agreement/IA) antara Hong Kong, Cina, dengan ASEAN akan mulai berlaku pada 4 Juli mendatang.

“Mengenai perdagangan barang di bawah FTA, Indonesia akan secara progresif mengurangi dan menghapus bea barang-barang yang berasal dari Hong Kong,” kata juru bicara pemerintah SAR Hong Kong, Rabu(3/6).

Komitmen tarif yang dibuat oleh Indonesia mencakup berbagai jenis komoditas Hong Kong, di antaranya perhiasan, pakaian dan aksesori pakaian, arloji dan jam serta mainan.

Pada perdagangan jasa, penyedia layanan Hong Kong akan menikmati peluang bisnis yang lebih baik dan kepastian hukum dalam akses pasar untuk berbagai sektor jasa di Indonesia di bawah FTA.

Hal tersebut meliputi sektor jasa Hong Kong yang memiliki kekuatan tradisional atau memiliki potensi untuk pengembangan, seperti layanan bisnis, jasa konstruksi dan teknik terkait, serta jasa terkait pariwisata dan perjalanan, menurut juru bicara itu.

 

Di bawah IA, Indonesia akan memberikan perlakuan yang adil dan setara terkait investasi, perlindungan fisik dan keamanan investasi, serta jaminan transfer bebas atas investasi dan pengembalian kepada perusahaan-perusahaan Hong Kong yang berinvestasi di negara tersebut, kata juru bicara itu dilansir Xinhua.

Dalam hal ekspropriasi atau kerugian investasi akibat perang, konflik bersenjata atau peristiwa serupa, Indonesia juga akan memberikan kompensasi kepada perusahaan-perusahaan Hong Kong yang berinvestasi di wilayahnya sesuai dengan standar yang disepakati sebagaimana ditentukan dalam IA.

Dengan berlakunya bagian yang berkaitan dengan Indonesia, maka total delapan negara anggota ASEAN yang telah memberlakukan FTA dan IA.

Sementara itu, tanggal pemberlakuan untuk dua negara anggota ASEAN yang tersisa, yakni Brunei Darussalam dan Kamboja, akan diumumkan dalam waktu dekat setelah keduanya dikonfirmasi, demikian disampaikan jubir tersebut.(EP/xh) (Sumber : Babe)