Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Kalimantan Utara
Publish date: 16 Apr 2015, Author : fpesbsi
 

FPE SBSI KAB. MALINAU ,BERBENAH DIRI

 

Akhirnya dua pimpinan pusat FPE SBSI tiba di Kabupaten Malinau pada 05 April 2015. Keduanya  mengaku sebagai pimpinan tertinggi di Federasi Pertambangan dan Energi yang ber affiliasi ke KSBSI. Kedua pimpinan FPE SBSI tersebut berttujuan ingin bertemu anggotanya yang berada di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Di Malinau keduanya di sambut oleh pengurus FPE SBSI Kabupaten Malinau antara lain, Junaidi , Musa Bilung, Herlian dan Theofilus.

Selanjutnya  keduanya melakukan Training Sosial Dialog yang  dilaksanakan di hotel “ Hanura “ Kota Malinau, dengan melibatkan 25 peserta dari berbagai perwakilan unit kerja khususnya di pertambangan.

Menurut  Niaksi selaku Sekretaris Jenderal DPP FPE SBSI menjelaskan kepada anggotanya bahwa beliau baru pertama sekali berkunjung ke Kabupaten Malinau, namun setelah melihat potensi yang ada Nikasi merasa optimis bahwa FPE SBSI Kab. Malinau akan kuat seperti propinsi-propinsi lain .

Sementara itu Riswan Lubis pada kesempatan terpisah menyampaikan kepada anggotanya  bahwa  “ hanya kita yang bisa merubah nasib kita , jadi kita harus berjuang dengan cara-cara dialog dalam memperjuangkan perbaikan kesejahteraan “ ungkap Riswan kepada anggotanya.

 

Acara  kegiatan training Sosial Dialog tersebut berlangsung sejak tanggal, 05—07 April 2015. Menurut Nikasi Ginting Kegiatan training tersebut disupport oleh CNV Belanda,  hal ini dikarenakan oleh masih lemahnya iuran FPE SBSI terutama dari Kab. Malinau. “ Untuk itu diharapkan kepada semua anggota FPE SBSI yang ada di Kabupaten Malinau untuk segera membayar iuran, karena organisasi kita bisa kuat jika semua anggota berpartisipasi dalam membayar iuran. “ tegasnya kepada para peserta training.

Usai acara training dua pimpinan DPP FPE SBSI didampingi pengurus Ketua DPC FPE SBSI Kab. Malinau, Musa Bilung, melakukan kunjungan silaturahmi kekantor PT. BDMS yang berada di kota Malinau.

Dalam pertemuan singkat tersebut Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP FPE SBSI yang didampingi Ketua DPC FPE SBSI Kab. Malinau disambut oleh HRD PT. BDMS, Ivan.

Riswan menyampaikan harapannya agar perusahaan jangan alergi menghadapi serikat buruh. Jika ada masalah dengan para buruh yang menjadi anggota serikat, sebaiknya diselesaikan secara musyawarah. “ Kami baru saja melakukan training Sosial Dialog, dan mengajarkan kepada anggota kami tentang penyelesaian masalah melalui Sosial Dialog “ ungkap Riswan yang disambut positip oleh HRD PT. BDMS, Ivan.

Riswan juga mengharapkan agar tahun 2016 di PT. BDMS telah bisa terbentuk Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ).

Usai melakukan kunjungan ke management PT. BDMS rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi tambang PT. BDMS .

Setelah mendapatkan izin pengurus DPP FPE dan DPC FPE Kab. Malinau dengan didampingi pengurus PK PT. BDMS melihat-lihat pekerjaan pengumpulan batu bara dan proses pengiriman batu bara ke  kapal laut. Disini para pemimpin FPE SBSI mendengar mencari tahu tentang kondisi K3 perusahaan tersebut.

Selanjutnya romboongan melanjutkan kunjungan ke bagian Where House untuk bertemu dengan para anggota  yang ternyata sedang bersiap-siap untuk pulang karena waktu nya hampir menujukkan jam pulang kerja.

Kesempatan yang sempit tersebut digunakan  dengan maksimal  oleh DPP FPE SBSI untuk mendengarkan keluhan para anggota tentang kesejahteraan para buruh.

Para anggota FPE SBSI mengakui bahwa mereka telah bekerja cukup lama di PT. BDMS namun upah basic mereka hampir sama dengan karyawan yang baru masuk kerja. Selain itu para buruh juga mengakui bahwa sebagian dari mereka bekerja dengan sistim magang dan upah yang diterima adalah dalam bentuk upah harian.

Mendengar keluhan tersebut Riswan Lubis mengajak semua buruh terutama yang belum anggota untuk segera bergabung ke FPE SBSI agar kita bisa berjuang bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan. Apalagi Upah Minimum Propinsi (UMP ) di Kalimantan Utara belum ada kenaikan untuk tahun 2015. Kalimantan Utara adalah satu-satunya propinsi yang tidak menaikkan UMP untuk tahun 2015. Kalimantan Utara adalah adalah propinsi termuda yang baru dimekarkan pada pertengahan  tahun 2014, sebelumnya propinsi ini masih tergabung pada propinsi  Kalimantan Timur.