Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Peringati Hari Pekerjaan Layak, KSBSI kirim Petisi ke Kemnaker
Publish date: 08 Oct 2021, Author : fpesbsi

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar peringatan hari Pekerjaan Layak Internasional atau ‘International World Days for Decent Work’ di Kantor Pusat KSBSI, Kamis (7/10/2021).

KSBSI membuat petisi yang dibawa ke Kementerian Ketenagakerjaan. Ada 4 poin tuntutan KSBSI beserta 10 Federasi afiliasinya, yang ditujukan untuk Pemerintah, yakni:
1. Mendesak Pemerintah mencabut dan membatalkan UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan dan berlakukan kembali upah sektoral – Dukunglah buruh untuk mendesak presiden menerbitkan PERPPU yang menyatakan Bab IV (Klaster Ketenagakerjaan) UU Cipta Kerja tidak berlaku lagi, karena undang-undang ini secara jelas mendegradasi hak-hak buruh Indonesia, sebagaimana dalam poin2 berikut:

  • Pekerja terancam tidak menerima atau menurun drastis pesangon
    UU Ciptaker menghapus setidaknya 5 pasal mengenai pemberian pesangon, Imbasnya pekerja terancam tidak menerima pesangon ketika mengundurkan diri, mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau meninggal dunia.
  • TKA lebih mudah masuk RI
    UU Ciptaker mempermudah masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia. Hal ini dilakukan melalui Pasal 81 poin 4 hingga 11 UU Ciptaker yang mengubah dan menghapus sejumlah aturan tentang pekerja asing dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

KSBSI dan 10 Federasinya rayakan hari “Pekerjaan Layak” sedunia

[Berita Lengkap...]

 

Tertinggi dalam 1 Dekade, HBA Oktober Naik ke US$ 161,63/Ton
Publish date: 08 Oct 2021, Author : fpesbsi

Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Oktober 2021 kembali naik hingga menembus US$ 161,63 per ton, naik dari HBA pada September 2021 yang tercatat sebesar US$ 150,03 per ton.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan ini merupakan angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Kenaikan HBA ini menurutnya karena dipengaruhi permintaan batu bara yang terus meningkat di China akibat naiknya kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik.

"Kenaikan HBA bulan Oktober 2021 disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat di China di mana saat ini kebutuhan batu bara meningkat untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik, juga meningkatnya permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam," ungkapnya, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian, dikutip Kamis (07/10/2021).

Agung menyebut faktor-faktor di atas menjadi faktor kenaikan harga batu bara global yang ikut berimbas pada kenaikan HBA Oktober ini. Dia mengatakan, angka ini merupakan harga tertinggi dalam satu dekade terakhir yakni US$ 150,03 per ton pada bulan lalu.

 

Foto: Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

[Berita Lengkap...]

 

Stok Nikel Anjlok Hampir 30%, Terendah Sejak Januari 2020
Publish date: 15 Sep 2021, Author : fpesbsi

Pasokan nikel di gudang LME (London Metal Exchange) pada September 2021 mencapai level terendah sejak Januari 2020. Kelangkaan pasokan membuat harga komoditas ini bergerak naik.

Dihimpun dari West Metal, persediaan rata-rata logam nikel pada September 2021 sebesar 185.100 ton. Persediaan nikel telah turun selama lima bulan beruntun dan mencatatkan penurunan 28,84% sejak April 2021.

Langkanya persediaan nikel dan tingginya permintaan membuat harga nikel menembus rekor tertinggi sejak 2014 pada perdagangan akhir pekan kemarin. Permintaan nikel naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik di tengah naiknya penjualan mobil listrik dunia.

Mengutip laporan terbaru Canalys, penjualan mobil listrik dunia pada semester-I 2021 sebesar 2.6 juta unit. Melesat 160% dibanding semester-I 2020.

 

Foto: Dok Antam

[Berita Lengkap...]

 

FPE KSBSI hadiri Kongres Virtual Industriall
Publish date: 15 Sep 2021, Author : fpesbsi

Setelah absen selama lebih dari tiga tahun,akhirnya Federasi Pertambangan dan Energi, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI) kembali aktif mengikuti kegiatan Internasional.

Terlibatnya FPE KSBSI dalam menghadiri kegiatan Industriall skala Internasional setelah kantor pusat Industriall mencabut sanksi yang diberikan kepada FPE KSBSI karena dianggap tidak sependapat dengan keputusan Industriall.

Walapun pencabutan sanksi kepada telah diberitahukan secara lisan pada, pertengahan Februari 2021, namun surat resmi baru diterima FPE pada awal September 2021, dengan surat yang telah dibuat pada 3 Mei 2021.

 Ratusan Delegasi anggota Industriall ikuti Kongres Virtual

[Berita Lengkap...]

 

Permintaan China Kian Panas, Harga Batu Bara Acuan Tembus USD150 per Ton
Publish date: 14 Sep 2021, Author : fpesbsi

Permintaan batu bara yang terus meningkat di China akibat naiknya kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik, berhasil mendongkrak harga batu bara acuan (HBA) bulan September 2021 hingga ke angka USD150,03 per ton. Angka ini naik USD19,04 per ton dibanding HBA bulan Agustus 2021 yang mencapai angka USD130,99 per ton.

"Ini adalah angka yang cukup fenomenal dalam dekade terakhir. Permintaan China yang tinggi melebihi kemampuan produksi domestiknya serta meningkatkan permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam melambungkan HBA ke angka USD150,03 per ton," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Menurut Agung, faktor-faktor tersebut telah mendorong harga batu bara global ikut terimbas naik dan mencatatkan rekor dari bulan ke bulan.

Harga batu bara acuan terdongkrak permintaan dari China. Foto/SINDOnews

[Berita Lengkap...]

 

Habis Rontok Sampai 10%, Harga Minyak Melesat 5% Pagi Ini
Publish date: 26 Aug 2021, Author : fpesbsi

Harga minyak dunia melesat pada perdagangan pagi ini. Koreksi harga yang sangat dalam membuat investor bernafsu memburu kontrak minyak karena sudah murah.

Pada Selasa (24/8/2021) pukul 06:35 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 68,75/barel. Melonjak 5,48% dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara yang jenis light sweet harganya US$ 65,64/barel. Melejit 5,33%.

Sebelumnya, harga si emas hitam terperosok begitu dalam. Bayangkan, harga mengalami koreksi selama tujuh hari beruntun.

Dalam tujuh hari tersebut, harga brent ambles 8,76%. Sedangkan harga light sweet ambrol 10,01%.

Dengan koreksi yang sebegitu parah, harga kontrak minyak tentu sekarang sudah jauh lebih murah. Ini menyebabkan technical rebound, investor berbondong-bondong memborong kontrak minyak. Tingginya permintaan membuat harga bergerak ke utara alias naik.

 

Foto: Pengendara motor mengatre untuk mengisi bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

[Berita Lengkap...]

 

Chevron Hengkang dari Blok Rokan Setelah Jadi Pengelola 97 Tahun
Publish date: 26 Aug 2021, Author : fpesbsi

PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) resmi mengakhiri eksplorasi hingga produksi minyak bumi di Blok Rokan. Chevron menjadi pengelola minyak bumi di Indonesia selama 97 tahun.

Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengungkap rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia hingga pemerintah provinsi Riau dalam memberikan kepercayaan kepada Chevron selam 97 tahun untuk menghasilkan minyak di Indonesia.

"Terima kasih atas penghargaan sebesar-besarnya kepada pemerintah RI dan provinsi Riau, Kabupaten/Kota di Riau dan komponen masyarakat di wilayah kerja yang selama berpuluh tahun menjadi pengusaha minyak di RI," kata dia dalam acara Serah Terima WK Rokan secara virtual Minggu malam, dikutip Senin (9/8/2021).

Dia mengungkap proses transisi yang dilakukan Chevron Indonesia, SKK Migas, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah berlangsung pada 2,5 tahun belakangan sesuai aturan Pemerintah Indonesia. Proses transisi itu di antaranya melakukan pengembalian data hingga pelaporan aset.

"Atas itu untuk mempertahankan produksi dan memperlancar proses transisi, kita juga melakukan program pengeboran di lebih dari 100 sumur, melakukan migrasi data, dan melakukan lisensi aplikasi dan banyak kegiatan lainnya," lanjutnya.

 

fhoto : istimewa

[Berita Lengkap...]

 

Ini 5 Produsen Nikel Terbesar RI, Siapa Jawaranya?
Publish date: 30 Jul 2021, Author : fpesbsi

RI dikaruniai "harta karun" nikel yang sangat melimpah, bahkan cadangannya sampai miliaran ton dan merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar dunia.

Besarnya harta karun tambang RI ini, tak ayal bila RI bercita-cita menjadi pemain baterai kelas dunia. Pemerintah pun memulainya dengan menghentikan ekspor bijih nikel, dan mendorong investasi hilirisasi nikel.

Bahkan, sejumlah proyek pabrik (smelter) bahan baku baterai dengan nilai investasi mencapai US$ 6,25 miliar atau sekitar Rp 91 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$) pun tengah dikembangkan di Tanah Air.

Untuk menggarap proyek pabrik bahan baku baterai tersebut, setidaknya 32 juta ton bijih nikel per tahun dibutuhkan. Ini tentunya menjadi ajang penambang bijih nikel untuk berlomba-lomba meningkatkan produksi bijihnya.

Lantas, siapa saja yang akan diuntungkan dari proyek hilirisasi nikel ini? Siapa saja penambang bijih nikel terbesar di negara ini?

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berikut daftar lima perusahaan dengan produksi bijih nikel terbesar di Indonesia saat ini:

 

Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

[Berita Lengkap...]

 

Lampaui AS, RI Jadi Produsen Batu Bara Terbesar Ke-3 Dunia
Publish date: 30 Jul 2021, Author : fpesbsi

Indonesia bukan lah pemilik cadangan terbukti batu bara terbesar di dunia. Bahkan, untuk peringkat lima besar saja, Indonesia tidak masuk ke dalamnya.

Kendati demikian, dari sisi produksi, Indonesia malah menduduki posisi terbesar ketiga dunia, setelah China dan India, pada 2020.

Mengutip data dari BP Statistical Review 2021, produsen batu bara terbesar dunia yaitu China dengan jumlah produksi mencapai 3,9 miliar ton pada 2020. Kemudian disusul India dengan jumlah produksi 756,5 juta ton. Sementara Indonesia tercatat 562,5 juta ton.

 

Foto: Bongkar Muat Batu Bara di Terminal Tanjung Priok. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

[Berita Lengkap...]

 

Laba Vale Indonesia Melonjak 16% di Kuartal I-2021 Berkat Harga Nikel
Publish date: 30 Apr 2021, Author : fpesbsi

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, INCO mencatatkan laba bersih sebesar USD33,69 juta atau lebih tinggi 16,35% dibanding 31 Maret 2020 sebesar USD28,95 juta.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/4/2021), INCO mencatatkan pendapatan sebesar USD206,55 juta atau naik 18,26% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD174,65 juta dengan laba per saham dasar USD0,0034.

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan kepada VCL dan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Penjualan kepada VCL tercatat USD165,19 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya USD139,83 juta dan penjualan kepada SMM tercatat USD41,36 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya USD34,82 juta.

 Laba INCO Naik (Foto: Shutterstock) 

[Berita Lengkap...]

 

 1