Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Data Ekonomi Asia dan Eropa Cungkil Harga Minyak Dunia
Publish date: 08 Jul 2020, Author : fpesbsi

Harga minyak mentah dunia naik hingga 3,1 persen pada penutupan perdagangan Senin (30/6). Penguatan harga minyak ini ditopang oleh data ekonomi di Asia dan Eropa.

Mengutip Antara, Selasa (30/6), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi US$41,71 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat US$1,21 atau 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel di New York Mercantile Exchange.

Data Komisi Eropa menunjukkan ada perbaikan di seluruh sektor pada Juni 2020. Dari segi sentimen, posisinya naik dari 67,5 pada Mei 2020 menjadi 75,7 pada Juni 2020.

Sementara, keuntungan industri di China meningkat untuk pertama kalinya setelah enam bulan terus menurun. Realisasi ini menunjukkan pemulihan ekonomi sedang terjadi di China.

Ditambah, bursa saham Amerika Serikat (AS) juga menguat pada Senin (29/6). Hal itu menambah sentimen positif bagi harga minyak mentah dunia.

 

Harga minyak Brent naik 1,7 persen menjadi US$41,71 dan WTI naik 3,1 persen menjadi US$39,7 per barel usai data ekonomi menunjukkan perbaikan. (CNN Indonesia/Agus Triyono).

[Berita Lengkap...]

 

FTA Berlaku 4 Juli, Indonesia Akan Kebanjiran Barang dari Hong Kong?
Publish date: 15 Jun 2020, Author : fpesbsi

Pemerintah Hong Kong merilis informasi terkait bagian yang berkaitan dengan Pemerintah Indonesia di bawah Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dan Perjanjian Investasi (Investment Agreement/IA) antara Hong Kong, Cina, dengan ASEAN akan mulai berlaku pada 4 Juli mendatang.

“Mengenai perdagangan barang di bawah FTA, Indonesia akan secara progresif mengurangi dan menghapus bea barang-barang yang berasal dari Hong Kong,” kata juru bicara pemerintah SAR Hong Kong, Rabu(3/6).

Komitmen tarif yang dibuat oleh Indonesia mencakup berbagai jenis komoditas Hong Kong, di antaranya perhiasan, pakaian dan aksesori pakaian, arloji dan jam serta mainan.

Pada perdagangan jasa, penyedia layanan Hong Kong akan menikmati peluang bisnis yang lebih baik dan kepastian hukum dalam akses pasar untuk berbagai sektor jasa di Indonesia di bawah FTA.

Hal tersebut meliputi sektor jasa Hong Kong yang memiliki kekuatan tradisional atau memiliki potensi untuk pengembangan, seperti layanan bisnis, jasa konstruksi dan teknik terkait, serta jasa terkait pariwisata dan perjalanan, menurut juru bicara itu.

 

[Berita Lengkap...]

 

Harga jual batubara diprediksi masih suram, ini penyebabnya menurut analis
Publish date: 10 Jun 2020, Author : fpesbsi

Harga batubara sempat merangkak naik sepanjang Mei 2020 meski kembali memperlihatkan tanda-tanda penurunan pada pengujung bulan ini. Pada akhir April lalu, harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan Agustus 2020, berada di level US$ 54,45 per ton.

Kemudian, harganya naik secara perlahan hingga mencapai US$ 57,35 per ton pada 26 Mei 2020. Sayangnya, harga batubara ICE Newcastle kembali merosot pada dua hari perdagangan berikutnya dan ditutup di level US$ 55,55 per ton pada 28 Mei 2020.

 

 

 

ILUSTRASI. Foto udara tempat penumpukan sementara batu bara di Muarojambi, Jambi.

[Berita Lengkap...]

 

Emas Dunia Kini Menjad "Raksasa" yang Sedang Tidur
Publish date: 18 May 2020, Author : fpesbsi

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2020) dan kembali ke atas US$ 1.700/troy ons. Pelaku pasar yang mulai was-was akan kemungkinan terjadinya penyebaran pandemi penyakit virus corona (Covid-19) gelombang kedua membuat daya tarik emas sebagai aset aman kembali meningkat.

Emas mengakhiri perdagangan Selasa di level US$ 1.702,14/troy ons, menguat 0,36% di pasar spot melansir data Refinitiv.

Risiko munculnya gelombang kedua pandemi Covid-19 meningkat setelah terjadi penambahan kasus di China dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut sebelumnya sudah "menang" melawan virus corona kini harus kembali siaga akibat adanya potensi penyebaran gelombang kedua. Dalam 2 hari terakhir, data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebutkan kasus baru di China naik 0,02%.

Meski sangat tipis, tetapi itu adalah laju tercepat sejak 29 April. Artinya, ada tanda kasus baru virus corona mulai meningkat lagi. Pemerintah China mengambil langkah tegas dengan menerapkan lockdown di Kota Shulan, Provinsi Jilin. Ini dilakukan agar virus tidak semakin menyebar.

Di Kota Wuhan, ground zero penyebaran virus corona, sudah ada satu klaster penyebaran baru setelah lockdown dicabut sebulan lalu. Ada lima pasien baru yang tinggal di sebuah pemukiman.

Kemudian di Korea Selatan, Korea Centers for Disease Control and Prevention mencatat jumlah pasien positif corona per 11 Mei adalah 10.909 orang. Naik 0,32% dibandingkan posisi per hari sebelumnya.

 

Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

[Berita Lengkap...]

 

Terendah dalam 19 Tahun, Harga Minyak Dunia Anjlok ke US$ 15 / Barel
Publish date: 01 May 2020, Author : fpesbsi

Harga minyak kembali mencetak rekor baru atau anjlok ke level terendah sejak 2001. Rendahnya harga minyak dipicu oleh oleh kekhawatiran anjloknya permintaan dunia akibat pandemi Covid-19 hingga telah menewaskan lebih dari 165 ribu orang. Dikutip dari Bloomberg pada Senin (20/4) pukul 09.00WIB, harga minyak Brent untuk kontrak Juni 2020 turun 0,50% ke level US$ 27,94 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2020 turun 13,19% menjadi US$ 15,86 per barel.

Harga baru ini memperpanjang penurunan pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (17/4) yang mana minyak brent masih berada di level US$ 27,94 per barel sementara WTI di level US$ 19 per barel. 

Pasar minyak kembali tertekan sejalan dengan rentetan laporan pelemahan konsumsi bahan bakar dan outlook suram dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan International Energy Agency (EIA). Harga minyak bahkan sulit terangkat meski OPEC dan produsen lainnya akhir pekan lalu mengumumkan kesepakatan pemangkasan produksi hampir 10 juta barel per hari (bph) guna merespons lemahnya permintaan.  Perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan, guna mendongkrak harga minyak para kontraktor migas di AS telah mengentikan operasional 66 rig minyak pada pekan ini. Hal ini pun menyebabkan terjadinya pemangkasan produksi mingguan terbesar sejak 2015 dan menjadikan totalnya turun menjadi 438 atau terendah sejak Oktober 2016.

Selain itu, industri minyak secara cepat juga telah mengurangi produksi dalam menghadapi perkiraan penurunan 30% permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Pejabat Arab Saudi  memperkirakan total pengurangan pasokan global dari produsen minyak bisa mencapai hampir 20 juta barel per hari.

 

Harga minyak bahkan sulit terangkat meski OPEC dan produsen sepakat memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari.

[Berita Lengkap...]

 

Kemnaker: 49 WN China Yang Datang Ke Sultra Ilegal, Mereka Akan Dideportasi
Publish date: 23 Mar 2020, Author : fpesbsi

Kedatangan 49 warga negara asing (WNA) asal China ke Bandara Haluleo, Kendari, Sulawesi Tenggara menimbulkan gejolak di masyarakat. Bahkan pengunggah video viral terkait kedatangan WN asal China itu diamankan oleh pihak kepolisian.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Dita Indah Sari menyatakan, status 49 WN China ilegal karena tidak memiliki izin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenega Kerja Asing.

Dita menyatakan bahwa Kemnaker sudah menerjukan tim khusus untuk melakukan pengecekan ke lokasi perusahaan yang ada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dari hasil kerja tim selama 2 hari (15-16 Maret), didapatkan data bahwa mereka tidak mengantongi izin dan hanya menggunakan visa kunjungan.

"Dari pemerikaan kemarin ada fakta di lapangan bahwa ada 19 WNA asal Tiongkok di lokasi kerja PT VDMI (PT Virtue Dragon Nickel Industry), dan 30 PT Obsidian Stainless Steel.

 

Stafsus Menaker RI, Dita Indah Sari/Net

[Berita Lengkap...]

 

Kenfederasi Serikat Buruh Internasional-Asia Pasifik (ITUC-AP)
Publish date: 13 Mar 2020, Author : fpesbsi

Gerakan Serikat Buruh Internasional mendukung Pekerja Indonesia untuk menghentikan RUU Omnibus kami Konfederasi Serikat Buruh internasional-Asia Pasifik (ITUC-AP) yang secara efektif mewakili lebih dari 60 juta anggota dan 59 konfederasi serikat buruh serikat.

Pekeja nasional yang berafiliasi di 34 negara dan wilayah di wilayah Asia dan Pasifik, menyatakan dukungan penuh kepada kaum pekerja di Indonesia, khususnya kepada afiliasi ITUC-AP di Indonesia (KSPI dan KSBSI) dalam perjuangan mereka menghentikan usulan “RUU Omnibus Law Cipta Kerja”.

Sejak Oktober 2019, ITUC-AP telah memantau dengan seksama masalah ketenagakerjaan di Indonesia ketika Presiden Joko Widodo mengusulkan untuk
merampingkan hukum Indonesia yang tumpang tindih menjadi dua RUU Omnibus tentang Penciptaan Lapangan Kerja dan Perpajakan, dengan tujuan utama untukmenarik investasi asing, memastikan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja.

Kami mengetahui bahwa usulan “RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja” yang diajukan oleh Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 12 Februari 2020 ditentang secara luas oleh kaum Pekerja/Buruh di Indonesia dan mendapatkan kecaman keras karena dilakukan tanpa konsultasi yang memadai dengan serikat buruh/ serikat pekerja.

 

[Berita Lengkap...]

 

BKPM: Uni Eropa Gugat RI Soal Larangan Ekspor Nikel, Monggo Saja…….
Publish date: 15 Jan 2020, Author : fpesbsi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, gugatan yang dilakukan oleh Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tidak akan berpengaruh kebijakan pelarangan ekspor nikel yang berlaku sejak Januari 2020. Adapun seiring dengan proses gugatan yang dilakukan oleh Uni Eropa, pemerintah per 29 November 2019 lalu telah menyetujui permintaan kawasan tersebut untuk melakukan konsultasi atas kebijakan mineral dan batu bara Indonesia. "Pelarangan nikel itu final. Enggak bisa lagi. Negara ini kan kekayaan punya kita," ujar dia ketika ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, kebijakan pelarangan ekspor nikel dimaksudkan agar industri dalam negeri melakukan hilirisasi. Pasalnya, nikel merupakan bahan baku batu baterai lithium yang merupakan sumber energi mobil listrik di masa depan. Bahlil pun meyakini, kebijakan yang berlandaskan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tersebut tidak melanggar aturan perdagangan internasional yang diberlakukan WTO.

 

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia(KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENA) 

[Berita Lengkap...]

 

Perang Dagang Indonesia-Uni Eropa 2020: Sawit Ditolak, Nikel Bertindak
Publish date: 20 Dec 2019, Author : fpesbsi

Ekspor bijih nikel Indonesia terbesar ke China, mencapai 98 persen. Sisanya, yang 2 persen dikirim ke Uni Eropa (UE) .

Nikel ini adalah komoditas strategis di masa depan. Kecenderungan dunia untuk menggunakan alat transportasi listrik akan menyebabkan meningkatnya ketergantungan pada industri pembuatan baterai yang berbahan baku nikel.

Indonesia adalah salah satu raja nikel dunia, menguasai 20 persen perdagangan bahan baku pembuatan lithium battery ini. Selain untuk industri baterai mobil, nikel diperlukan dalam industri pembuatan baja (kompas.com, 15/12/2019)

Kebijakan Jokowi melarang ekspor bijih nikel mentah mulai 1 Januari 2020 membuat UE berang. Industri mobil listrik mereka terancam mangkrak sebelum 2045 yang menjadi target mereka. Juga industri bajanya.

UE menggugat keputusan RI itu melalui World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia.

Menghadapi gugatan negara-negara Eropa tidak membuat gentar Indonesia. Pemerintah segera mempersiapkan lawyer terbaik untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Berbeda dengan UE yang konfrontatif, China lebih memilih bersikap kooperatif. Larangan ekspor nikel mentah kita malah membuat mereka menanam investasi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan (cnbcindonesia.com, 13/12/2019).

 

Ilustrasi Nickel

[Berita Lengkap...]

 

Masih Tertekan, Harga Batu Bara Tak Beranjak
Publish date: 18 Dec 2019, Author : fpesbsi

Harga batu bara ditutup melemah pada perdagangan minggu lalu. Pada Jumat (13/12/2019) harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle turun 1,33% ke level US$ 67/ton.

Untuk perdagangan hari ini, terdapat sentimen yang berpotensi memberatkan pergerakan harga batu bara. Di saat pemerintah China mulai membatasi impor batu bara di dua bulan terakhir tahun ini, produksi batu bara China malah meningkat.

Biro Statistik China mencatat output batu bara Negeri Panda bulan November 2019 naik 4,5 secara tahunan (yoy) menjadi 334 juta ton. Sementara untuk periode Januari-November output batu bara China naik 4,5% (yoy) menjadi 3,41 miliar ton.

Berdasarkan data Refinitiv, persediaan batu bara di pelabuhan utama China bagian utara yaitu Caofeidian, Qinhuagndao dan Jingtang berada di posisi 16,58 juta ton per 6 Desember lalu. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 17,5 juta ton.

Walaupun persediaan batu bara di berbagai pelabuhan di China menipis, impor batu bara China juga berkurang seiring dengan kebijakan pemerintah China memperketat impor batu bara akhir tahun. Sejak awal bulan tercatat mencapai 4,4 juta ton turun dari posisi tahun lalu yang mencapai 4,8 juta ton. Bagaimanapun juga penurunan ini belum terlihat signifikan.

Foto: Tambang batubara Tarrawonga Whitehaven Coal di Boggabri, New South Wales, Australia. (Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS)

[Berita Lengkap...]

 

 1