Visitor Counter:

Visitor Maps:

Visitor Tracker:

Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Jerman Bakal Beli Batu Bara dari RI
Publish date: 06 Jun 2022, Author : fpesbsi

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengungkapkan Jerman berencana membeli batu bara dari Indonesia. Ini disampaikan saat bertemu CEO Asosiasi Perusahaan Batubara dan juga CEO HMS Bergbau AG Lars Schernkau di Jerman pada Jumat (27/5).

50% suplai batu bara Jerman berasal dari Rusia. Namun, imbas ketegangan dengan Ukraina, Rusia mengancam menyetop pasokan gas ke Eropa. Jerman pun ingin memperluas pemakaian batu bara sebagai sumber energi untuk menggantikan gas.

"Dengan perkembangan saat ini, Jerman ingin mengembangkan kerja sama suplai batu bara dari Indonesia," kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan pers, Minggu (29/5).

Menteri ESDM, kata Agung, juga meminta VDKI agar bisa melobi asosiasi perusahaan serupa lainnya di kawasan Eropa untuk menyuplai batu bara dari Indonesia.

Koordinasi ke VDKI ini termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pelabuhan untuk menerima stok batu bara, serta syarat dan prasyarat untuk kontrak tersebut.

 

Batu-bara

[Berita Lengkap...]

 

Menimbang Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Bisnis Kapal Angkut Batu Bara RI
Publish date: 28 May 2022, Author : fpesbsi

Keputusan Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) atas embargo pasokan energi dari Rusia. Sanksi embargo energi ini ialah buntut panjang yang memanasnya konflik Rusia-Ukraina. Harga komoditas batubara global ikut terpengaruh sehingga HBA di bulan ini melonjak siginifikan hingga 41,5% dari bulan Maret 2022 sebesar US$ 203,69 per ton.Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk April 2022, melejit 41,5% atau menjadi US$ 288,40 per ton dari Maret yang hanya US$ 203,69 per ton.

Direktur PT Batulicin Nusantara Maritim (BNM), Yuliana, menyampaikan bahwa melejitnya Harga batu bara di April 2022 berpengaruh terhadap pulihnya perekonomian nasional, beradaptasi pasca pandemi COVID-19 di sejumlah negara juga turut mendongkrak tingginya permintaan batubara global.

Foto: Ekspor Batu Bara (Fuad Hasim/detikcom)

[Berita Lengkap...]

 

Bukan Main! Batu Bara Bisa Terbang ke US$ 500/ton
Publish date: 17 Mar 2022, Author : fpesbsi

Reli batu bara diperkirakan terus berlanjut dan akan melewati US$ 500/ton tahun ini, menurut penelitian Rystad Energy.

Harga batu bara dunia berada di US$ 367,9/ton saat ini, naik 143% point-to-point (ptp) dari US$ 151,45/ton pada awal tahun.

Rusia adalah pemasok batubara termal terbesar di Uni Eropa. Menurut Eurostat, tahun lalu, Rusia memasok negara-negara anggota Uni Uni Eropa sebear 36 juta ton batubara termal. Jumlah itu setara 70% dari total impor batubara termal. Padahal satu dekade lalu, impor batubara Uni Eropa dari Rusia porsinya hanya 35% dari total impor.

Melonjaknya permintaan batu bara Rusia dari negara-negara di benua biru karena peralihan penggunaan energi fosil ke energi terbarukan sebagai pembangkit listrik. Permintaan batubara untuk pembangkit listrik total telah mengalami tren penurunan dalam 10 tahun terakhir. Hal ini menyisakan Rusia sebagai pemasok, sehingga ketergantungan terhadap batu bara Rusia meningkat. Pangsa pasar Rusia pun tumbuh secara substansial dari waktu ke waktu.

"Hampir tidak ada surplus (pasokan) batubara termal yang tersedia secara global. Harga telah melonjak melewati US$400 dan US$500 per ton tampaknya sedang dimainkan," kata Steve Hulton, Wakil Presiden Batubara di Rystad Energy.

Masalahnya, tak hanya sebagai pemasok utama di Eropa, Rusia juga mengirimkan batu baranya ke berbagai belahan dunia.

Rusia merupakan eksportir terbesar nomor tiga dunia setelah Indonesia dan Australia. Pada tahun 2020, ekspor Rusia mencapai212 juta ton menurut Badan Energi Dunia (IEA). Jika pasokan dari Rusia berhenti akibat perang,

Sehingga hukuman yang menimpa Rusia berpengaruh terhadap kondisi pasokan batu bara dunia. Meskipun begitu, guncangan terbesar dirasakan Eropa karena harga gas di sana meroket membuat batu bara jadi alternatif.

Akibat harga gas terus melambung, pemerintah Uni Eropa mungkin mencari batu bara untuk mengatasi kekurangan pembangkit listrik karena penggunaan gas dikurangi. Namun, konsumen batubara akan kesulitan untuk mendapatkan tambahan batubara dari produsen alternatif karena keseimbangan pasokan dan permintaan batubara termal lintas laut internasional sangat ketat.

Harga gas Uni Eropa sempat melonjak ke Euro 227,2 Mega Watt per jam (MWh) pada Selasa (7/3/2022). Ini adalah rekor harga tertinggi sepanjang masa. Meskipun telah turun menjadi Euro 126,4/MWh, perlu dicatat bahwa harga gas Uni Eropa telah melonjak 597,3% dalam setahun terakhir.

Keadaan makin sulit karena sanksi terhadap Rusia membuat para pedagang mundur untuk membeli energi dari negara beruang merah tersebut.

Produsen dan pedagang melaporkan bahwa pembeli sudah mulai beralih dari batubara Rusia baik di pasar Atlantik maupun di Pasifik. Peralihan permintaan dari Rusia dan kurangnya pasokan yang tersedia jadi penggerak pasar.

 

Foto: Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

[Berita Lengkap...]

 

Harga Nikel Tembus Rekor! Indonesia Bakal Jadi "Raja" Nih...
Publish date: 16 Jan 2022, Author : fpesbsi

Harga nikel dunia cetak rekor tertinggi sejak 2012 pagi ini. Lantas, apa ini sinyal kinerja nikel tahun ini lebih cemerlang dibanding 2021?

Pada Rabu (12/1/2021) pukul 08:58 WIB harga nikel dunia tercatat US$ 21.830/ton, naik 0,17% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Harga nikel mencapai level tertinggi sejak 7 Februari 2012 di US$ 21.714/ton karena berkurangnya persediaan global yang menunjukkan permintaan yang solid.

Permintaan nikel untuk kendaraan listrik di China meningkat sehingga berdampak pada persediaan nikel yang semakin berkurang.

"Stok nikel di gudang LME sedang ditarik karena dapat digunakan untuk membuat nikel sulfat untuk baterai yang digunakan pada kendaraan listrik," kata analis ING Wenyu Yao.

Pembuat mobil global seperti Volkswagen, General Motors, Toyota Motor Corp, dan Tesla Inc sedang meningkatkan produksi kendaraan listrik di China. China sebagai pasar mobil terbesar di dunia, telah menetapkan target untuk mobil lsitrik, termasuk hibrida plug-in dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen, menghasilkan 20% dari penjualan mobil pada tahun 2025.

Persediaan nikel di gudang bursa logam London (LME) turun di bawah level 100.000 ton. Pada 10 Januari 2021 persediaan tercatat 99.954 ton. Jumlah ini turun 62,23% ptp dari persediaan tertinggi tahun lalu.

Sedangkan stok nikel di gudang Shanghai Futures Exchange (ShFE), konsumen nikel terbesar di dunia, mendekati rekor terendah di 4.859 ton. Jumlah ini turun dari sekitar 16.000 ton dari tahun lalu.

Harga nikel pada tahun 2022 diperkirakan bertumbuh lebih stabil dibanding tahun lalu yang meledak-ledak. Harga nikel masih akan ditopang oleh defisit pasokan.

 

Foto: REUTERS/Yusuf Ahmad

[Berita Lengkap...]

 

Pemerintah Diminta Pikir Matang Rencana Evaluasi Harga DMO Batu Bara
Publish date: 11 Jan 2022, Author : fpesbsi

Pemerintah akan mengevaluasi harga Domestic Market Obligation (DMO) batu bara di pembangkit listrik, semen hingga pupuk.

Terkait ini, pemerintah diminta tidak menaikkan harga DMO batu bara tersebut. Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Tumiran khawatir jika perubahan harga DMO batu bara hanya menguntungkan pengusaha komoditas ini.

Di sisi lain bila harga DMO batu bara naik bisa membebani keuangan negara dan rakyat terutama di sektor pembangkit listrik.

"Harusnya untuk kepentingan nasional. Kalau wacana ini benar, maka kita sebenarnya tidak menjaga kepentingan nasional, tetapi kepentingan pengusaha. Jadi sudahlah jangan berpikir untuk menaikkan harga DMO batu bara," ujarnya dia, Kamis (23/12/2021).

 

Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho

[Berita Lengkap...]

 

Peringati Hari Pekerjaan Layak, KSBSI kirim Petisi ke Kemnaker
Publish date: 08 Oct 2021, Author : fpesbsi

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar peringatan hari Pekerjaan Layak Internasional atau ‘International World Days for Decent Work’ di Kantor Pusat KSBSI, Kamis (7/10/2021).

KSBSI membuat petisi yang dibawa ke Kementerian Ketenagakerjaan. Ada 4 poin tuntutan KSBSI beserta 10 Federasi afiliasinya, yang ditujukan untuk Pemerintah, yakni:
1. Mendesak Pemerintah mencabut dan membatalkan UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan dan berlakukan kembali upah sektoral – Dukunglah buruh untuk mendesak presiden menerbitkan PERPPU yang menyatakan Bab IV (Klaster Ketenagakerjaan) UU Cipta Kerja tidak berlaku lagi, karena undang-undang ini secara jelas mendegradasi hak-hak buruh Indonesia, sebagaimana dalam poin2 berikut:

  • Pekerja terancam tidak menerima atau menurun drastis pesangon
    UU Ciptaker menghapus setidaknya 5 pasal mengenai pemberian pesangon, Imbasnya pekerja terancam tidak menerima pesangon ketika mengundurkan diri, mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau meninggal dunia.
  • TKA lebih mudah masuk RI
    UU Ciptaker mempermudah masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia. Hal ini dilakukan melalui Pasal 81 poin 4 hingga 11 UU Ciptaker yang mengubah dan menghapus sejumlah aturan tentang pekerja asing dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

KSBSI dan 10 Federasinya rayakan hari “Pekerjaan Layak” sedunia

[Berita Lengkap...]

 

Tertinggi dalam 1 Dekade, HBA Oktober Naik ke US$ 161,63/Ton
Publish date: 08 Oct 2021, Author : fpesbsi

Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Oktober 2021 kembali naik hingga menembus US$ 161,63 per ton, naik dari HBA pada September 2021 yang tercatat sebesar US$ 150,03 per ton.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan ini merupakan angka tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Kenaikan HBA ini menurutnya karena dipengaruhi permintaan batu bara yang terus meningkat di China akibat naiknya kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik.

"Kenaikan HBA bulan Oktober 2021 disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat di China di mana saat ini kebutuhan batu bara meningkat untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik, juga meningkatnya permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam," ungkapnya, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian, dikutip Kamis (07/10/2021).

Agung menyebut faktor-faktor di atas menjadi faktor kenaikan harga batu bara global yang ikut berimbas pada kenaikan HBA Oktober ini. Dia mengatakan, angka ini merupakan harga tertinggi dalam satu dekade terakhir yakni US$ 150,03 per ton pada bulan lalu.

 

Foto: Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

[Berita Lengkap...]

 

Stok Nikel Anjlok Hampir 30%, Terendah Sejak Januari 2020
Publish date: 15 Sep 2021, Author : fpesbsi

Pasokan nikel di gudang LME (London Metal Exchange) pada September 2021 mencapai level terendah sejak Januari 2020. Kelangkaan pasokan membuat harga komoditas ini bergerak naik.

Dihimpun dari West Metal, persediaan rata-rata logam nikel pada September 2021 sebesar 185.100 ton. Persediaan nikel telah turun selama lima bulan beruntun dan mencatatkan penurunan 28,84% sejak April 2021.

Langkanya persediaan nikel dan tingginya permintaan membuat harga nikel menembus rekor tertinggi sejak 2014 pada perdagangan akhir pekan kemarin. Permintaan nikel naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik di tengah naiknya penjualan mobil listrik dunia.

Mengutip laporan terbaru Canalys, penjualan mobil listrik dunia pada semester-I 2021 sebesar 2.6 juta unit. Melesat 160% dibanding semester-I 2020.

 

Foto: Dok Antam

[Berita Lengkap...]

 

FPE KSBSI hadiri Kongres Virtual Industriall
Publish date: 15 Sep 2021, Author : fpesbsi

Setelah absen selama lebih dari tiga tahun,akhirnya Federasi Pertambangan dan Energi, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI) kembali aktif mengikuti kegiatan Internasional.

Terlibatnya FPE KSBSI dalam menghadiri kegiatan Industriall skala Internasional setelah kantor pusat Industriall mencabut sanksi yang diberikan kepada FPE KSBSI karena dianggap tidak sependapat dengan keputusan Industriall.

Walapun pencabutan sanksi kepada telah diberitahukan secara lisan pada, pertengahan Februari 2021, namun surat resmi baru diterima FPE pada awal September 2021, dengan surat yang telah dibuat pada 3 Mei 2021.

 Ratusan Delegasi anggota Industriall ikuti Kongres Virtual

[Berita Lengkap...]

 

Permintaan China Kian Panas, Harga Batu Bara Acuan Tembus USD150 per Ton
Publish date: 14 Sep 2021, Author : fpesbsi

Permintaan batu bara yang terus meningkat di China akibat naiknya kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik, berhasil mendongkrak harga batu bara acuan (HBA) bulan September 2021 hingga ke angka USD150,03 per ton. Angka ini naik USD19,04 per ton dibanding HBA bulan Agustus 2021 yang mencapai angka USD130,99 per ton.

"Ini adalah angka yang cukup fenomenal dalam dekade terakhir. Permintaan China yang tinggi melebihi kemampuan produksi domestiknya serta meningkatkan permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam melambungkan HBA ke angka USD150,03 per ton," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Menurut Agung, faktor-faktor tersebut telah mendorong harga batu bara global ikut terimbas naik dan mencatatkan rekor dari bulan ke bulan.

Harga batu bara acuan terdongkrak permintaan dari China. Foto/SINDOnews

[Berita Lengkap...]

 

 1